Minggu, 23 Desember 2007

Hidayatullah Depok

PESANTREN HIDAYATULLAH
Hidayatullah didirikan di Balikpapan pada tahun 1973 dalam bentuk yayasan sebuah pesantren, oleh Ust. Abdullah Said (alm). Dari sebuah bentuk pesantren, Hidayatullah kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah di seluruh provinsi di Indonesia. Termasuk pesantren Hidayatullah cabang Depok adalah bentuk amal usaha Ormas Hidayatullah Pusat.
Pesantren-Pesantren Hidayatullah seperti halnya pesantren di tempat lain, berfungsi sebagai tempat untuk mendalami ilmu-ilmu diniyah. Pesantren Hidayatullah Depok berdiri diatas tanah seluas 4 Ha di Jl. Raya Kalimulya Sukmajaya Kota Depok Jawa Barat. Lingkungan kampus Pesantren juga berfungsi sebagai miniatur kehidupan berimamah dan berjamaah. Selain dihuni santri yang tinggal di asrama, di Pesantren juga tinggal guru, pengasuh, pengelola, dan jamaah Hidayatullah yang berkeinginan menetap di sekitar Pesantren dalam rangka belajar menerapkan syariah Islam.
Lembaga pendidikan yang ada di komplek Pesantren Hidayatullah Depok terdapat jenjang pendidikan dimulai di tingkat Play Group sampai dengan perguruan Tinggi. Dengan jumlah siswa kurang lebih 700 santri. Pesantren ini didirikan pada tahun 1988 atas wakaf seorang simpatisan di Jakarta dengan pimpinan pesantren oleh Ust. Usman Palese yang bersal dari sulawesi selatan. Sistem kepemimpinan di pesantren ini sangat berbeda dengan pesantren lainya. Pengambil alihan pimpinan melewati musyawarah dan persetujuan dari dewan syura.
System pendidikan di pesantren ini dilaksanakan dengan system bording school bagi tingkat SMP, MA dan Perguruan tinggi . Dengan mengacu pada kurikulum Depag dan kurikulum kepesantrenan. System pendidikan ini mengintegrasikan nilai spiritual, intlektual dan emosional, sebagai syarat terbentuknya santri yang mampu bersaing dalam era global ini.
Proses kegiatan belajar mengajar dimulai jam 05.30-22.00 WIB, pelajaran ini dimulai dengan materi pelajaran diniyah yang dilaksanakan di masjid dengan bentuk Halaqah ta’lim. Dengan kepadatan jadwal ini memberikan proteksi bagi santri terhadap pengaruh budaya luar yang cenderung negative. Dilain sisi santri merasa tertekan dengan aturan ini, namun demikian peraturan ini sangat bermanfaat dalam membangun karakter santri yang disiplin.
Setiap harinya santri bergaul dengan warga pesantren yang tinggal dikampus, sehingga santri sudah terbiasa menghadapi permasalahan yang ada di masyarakat. Dengan adanya integrasi lingkungan masyarakat dan sekolah diharapkan dapat memberikan karakter santri yang mudah bergaul terhadap masyarakat. Sehingga harapan kita alumni santri bisa bergaul dengan masyarakat secara baik dan sopan sebagai mana diajarkan dipesantren.

7 komentar:

Annas mengatakan...

Pesantren Hidayatullah memang seperti pesantren2 pada umumnya tetapi sebenarnya punya perbedaan diantaranya adalah "mengutus santri yang telah siap jihad ke beberapa daerah" tul ga, kalau ga ya q minta maaf karena era 90an faktanya seperti itu.
trims

Annas mengatakan...

hidayatullah online dingin-dingin aja neeehhh...

gmana kabar pak Ustadz Usman Palese, Ust.Suyudi, dan kawan-kawan yang ada di depok

heri mengatakan...

hidayatullah bagai suatu kawah candra dimuka untuk seluruh murid2 nya . so your life your stragle

Azha Nabil mengatakan...

Salam dari Pesantren Ath-Thohiriyyah Banyumas.
Semoga silaturrahim ini bermanfaat.

Silahkan anda berpartisipasi dengan mengirimkan tulisan tentang pesantren ke email: pesantrenku@gmail.com.


Azha Nabil

Admin Website: http://www.thohiriyyah.com

Udin mengatakan...

Mohon dapat diinformasikan mengenai Sekolah Integral Al-Qolam, baik KURIKULUM nya maupun BIAYA-BIAYA nya.

Banyak loh anak-anak yang mau nyantri dan Sekolah di Hidayatullah.

Mohon informasinya lebih lengkap lagi.

Jazakallah.

arjuna rahman mengatakan...

ass,gmn kbr ustazd sidiq

arjuna rahman mengatakan...

tolong info no hp nya ustazd sidiq n ustazd hanif